Masyarakat
jawa memang terkenal dengan beragam jenis tradisi budaya yang di ada di
dalamnya. Baik tradisi cultural yang bersifat harian, bulanan hingga yang
bersifat tahunan, semuanya ada dalam tradisi budaya jawa tanpa terkecuali. Dari
beragam macamnya tradisi yang ada di masyarakat jawa, hingga sangat sulit untuk
mendeteksi serta menjelaskan secara rinci terkait dengan jumlah tradisi
kebudayaan yang ada dalam masyarakat jawa tersebut. Salah satu tradisi
masyarakat jawa yang hingga sampai sekarang masih tetap eksis dilaksanakan dan
sudah mendarah daging serta menjadi rutinitas bagi masyarakat jawa pada setiap
tahunnya adalah sedekah bumi.
Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts
Saturday, February 7, 2015
Trasidi Adat Ngarot di Desa Lelea Indramayu
Tradisi
adat adalah sesuatu yang telah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari
kehidupan suatu kelompok masyarakat. Seperti kebiasaan atau ajaran yang turun
temurun dari nenek moyang seperti halnya adat tradisi Ngarot yang di lakukan secara rutin tiap tahunnya oleh masyarakat
Desa Lelea kecamatan Cikedung kabupaten Indramayu Jawa Barat.
Tradisi
adat Ngarot dilakukan pada saat
tibanya musim menggarap sawah, yaitu; menjelang musim hujan. Masyarakat sekitar
menyebutnya musim rendeng atau sekitar bulan Oktober sampai Desember. Adapun
harinya tiap tahun ditetapkan hari Rabu yang dipercayai oleh masyarakat
bahwa hari Rabu mempunyai sifat bumi yang cocok untuk mengawali musim tanam.
Ngarot berasal dari kata ”Nga–rot”
(basa Sunda) yaitu istilah minum/ngaleueut. Adat ini melibatkan muda-mudi untuk
turut serta dalam upacara tesebut. Uniknya hanya pemuda dan pemudi yang masih
menjaga kesuciannya yang boleh ikut dalam acara ini.
Karena jika pemuda atau pemudi
sudah tidak suci atau tidak perawan lagi, konon akan terlihat tidak menarik di
mata para peserta ngarot. Dalam upacara ini, para gadis desa peserta upacara
dihias dengan mahkota bunga di kepalanya sebagai lambang kesucian.
Selain itu juga para gadis memakai
kebaya warna biru muda dan para pemuda memakai pakaian serba hitam, dengan ikat
kepala yang melekat di kepalanya.
Sejarah Desa Penganjang (Indramayu)
Pada jaman dahulu ada seorang pemuda
yang mempunyai keinginan untuk menjadi seorang pengembara. Pemuda itu bernama
Jakatarub. Jakatarub adalah seorang pemuda yang bertubuh tegap, gagah dan
cerdas. Demikianlah pengembaraan Jakatarub dari waktu ke waktu ditempuhnya
denga penuh ketenangan dan ketabahan, meskipun banyak mengalami rintangan.
Jakatarub berasal dari Solo. Ia
sampai ke Indramayu sebelum Syarif Hidayatullah menyebarkan agama Islam di
Cirebon. Karena takdir yang Maha Kuasa, maka Jakatarub akirnya sampai ke suatu
tempat yang menjadi kisah tak terlupakan, terutama bagi orang-orang Indramayu.
Wednesday, February 4, 2015
SEJARAH SINGKAT DAN MOTIF BATIK INDRAMAYU
Jika dilihat dari jenis pola-pola yang ada, batik Indramayu termasuk dalam jenis Batik Pesisir, sesuatu yang berbeda jika dibandingkan dengan batik Solo dan Yogya.
Mayoritas motif batik yang digunakan di Indramayu hadir dalam kegiatan penangkapan ikan di laut. Motifnya banyak mendapat pengaruh dari gambar atau motif kaligrafi dari Arab, Cina atau daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Karakteristik menonjol dari Batik Indramayu adalah ranggam dinyatakan flora dan fauna, dengan borgol dan banyak garis lengkung yang lancip (riritan), latar belakang putih dan warna gelap dan banyak titik-titik yang dibuat dengan teknik cocolan jarum, dan bentuk dari isen-isen (sawut) yang pendek dan kaku.
Berikut adalah beberapa motif dari batik Indramayu:
- Motif Etong yang menggambarkan berbagai satwa laut seperti ikan, udang, cumi, ubur-ubur dan kepiting.
- Motif Kapal Terdampar menyiratkan bahwa kapal nelayan .
- Motif Ganggeng yang menjelaskan jenis rumput laut yang ditemukan di Pantai Utara Jawa.
- motif Kembang Gunda adalah tanaman yang tinggal di pesisir pantai dan bisa menjadi lauk pecel.
- Motif Swastika diilhami oleh masa penjajahan Jepang, menggambarkan simbol kekerasan yang terjadi selama penjajahan Jepang.
- Merak Ngibing diilhami oleh motif yang indah burung merak.
- Motif Kereta Kencana merupakan gambaran Raja Wilarodra yang sedang berada di kandang kuda kerajaan
Corak-corak batik Indramayu terlihat lebih berani dalam teknik pewarnaan jika dibandingkan dengan batik daerah lain, yaitu mengadopsi secara utuh dari motif burung dan berbagai macam bunga serta tumbuh-tumbuhan.
Sebagai tambahan info buat anda : Batik indramayu telah berhasil menembus pasar nasional dan internasional. Untuk tujuan luar negeri batik ini sebagian besar dipasarkan ke negara-negara Timur Tengah dan negara Eropa seperti Inggris dan Perancis.
Subscribe to:
Posts (Atom)




